Memecah rindu di ujung ragu
Berharap sosok tempat mengadu
Memang hening dalam suara namum tidak dalam kata.
Kau tahu?
Bahkan amukan badai ditengah laut tidaklah lebih besar dari senandung rindu.
Bukan alay, tapi kenyataan.
Tanyakan saja pada mereka yang merindu, pasti mereka tahu.
Bahwa rindu bisa begitu merdu, juga begitu tabu.
Bahkan nyanyiannya bisa memecah telingamu.
Mengapa kau tersenyum begitu?
Apakah kau dustai hatimu?
Berkata di sana tidak ada rindu.
Ahhh... yang benar saja tidak ada rindu.
Lalu, apa yang kau tata itu?
Ketika fajar meninggalkan gelap. dan malam melepas senja,
kau masih saja sibuk.
Ada rindu bertahta di hatimu, maka kau terus begitu.
Setidaknya kau merindukan besok.
bahwa besok akan menepis hari berganti.
hari menjadi lebih baik lagi.
walau dihari itu belum tentu ada aku.
Tapi tetap saja kau rindukan hari itu.
Jika memang tidak ada rindu,
maka untuk apa semua lelahmu?
Masihkah kau ingkari kata-kataku?
Mengakulah saja pada hatimu,
bahwa engkau adalah manusia yang sangat merindu akan masa depanmu..
Kuberitahu kenyataan ini padamu, karena aku-pun begitu rindu..
Merindu akan masa depanku..
Mimpi-mimpi yang selalu kukisahkan kepada Sang Penciptaku sepanjang waktu.
Hanya ada 26 alfabet dalam aksara, namun jika dirangkai menjadi untaian kata akan menjadi banyak peristiwa. Walau kata-kata itu kadang membuatmu sedih tetaplah tersenyum, karena ada banyak kata yang akan membuatmu lebih dari sekedar bahagia. Kita di sini, dalam permainan 26 alfabet.
Blue
Rabu, 20 Juli 2016
Minggu, 03 Juli 2016
Dipelihara
Minggu, 03 Juli 2016
12.00
Jadi ujung-ujungnya cerita ini aku masih nongkrong di depan rumah abang X hingga sekarang sudah 18.20.. Bersama beberapa abang-abang lain. Yahhh, hari ini beginilah Tuhan memelihara hidupku. Mengirimkan beberapa teman-teman untuk menemaniku memantau kos-kosan yang sedang kosong. Berteman itu hukumnya mudah "mengasihi dan dikasihi".
Aku memang hanya punya 2 saudara perempuan, tapi dibanyak kejadian Tuhan mengijinkan aku merasakan bagaimana memiliki saudara laki-laki. Berhubung abang X samaan marganya denganku.
12.00
Aku pulang ibadah diantar oleh seorang teman dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di kos aku melihat pintu depan kosku digembok dari luar. Aku mencoba menghubungi ibu kos. Mengirim pesan berkali-kali. Namun tidak ada respon, sampai akhirnya kuputuskan merogoh isi tasku. Uang yang kubawa tersisa Rp.8000,00.
Karena segan merepotkan, akhirnya kuputuskan untuk menyarankan temanku pulang. Lalu aku mulai menghubungi seorang teman dekatku yang tinggal di jl. Tuamang.
"gue kekos k Jeje aja deh, ntar gue recokin dapurnya terus makan siang di sana." batinku.
Karena segan merepotkan, akhirnya kuputuskan untuk menyarankan temanku pulang. Lalu aku mulai menghubungi seorang teman dekatku yang tinggal di jl. Tuamang.
"gue kekos k Jeje aja deh, ntar gue recokin dapurnya terus makan siang di sana." batinku.
Lalu aku menghubungi nomornya, berkali-kali dan tidak ada respon. Aku mulai kebingungan, karena lelah berdiri akhirnya kuputuskan untuk duduk diatas meja. Tiba-tiba aku ingat seseorang yang sering kami repotkan.
Ada seorang abang-abang, tetangga disekitar kosku. Sebut saja namanya abang X. aku pergi kerumah abang x, dan sambil memasang wajah bingung nan polos aku mulai bercerita.
"bang... aku terkunci diluar."
Ada seorang abang-abang, tetangga disekitar kosku. Sebut saja namanya abang X. aku pergi kerumah abang x, dan sambil memasang wajah bingung nan polos aku mulai bercerita.
"bang... aku terkunci diluar."
"kenapa dek?"
"panjang ceritanya bang, aku pengen pergi kerumah teman sih bang, tapi aku gak tenang ninggalin kos-kosan."
"kenapa dek?"
"panjang ceritanya bang, aku pengen pergi kerumah teman sih bang, tapi aku gak tenang ninggalin kos-kosan."
"kenapa dek?"
"takut kalau dari lantai 4 nggak semua pintu terkunci, sementara aku lupa nyimpan leptopku tadi bang."
"ia kan dek, pernah juga kejadian maling masuk dari lantai 4 kekos kalian kan?"
"ia makanya itu bang."
"ia udah kita disini aja dek."
Akhirnya kami nongrong di depan rumah abang itu, sekalian memantau kos ku, kali aja ada yang bongkar, atau bahkan tiba-tiba ada badman atau spiderman yang manjat dari lantai empat.
"ia makanya itu bang."
"ia udah kita disini aja dek."
Akhirnya kami nongrong di depan rumah abang itu, sekalian memantau kos ku, kali aja ada yang bongkar, atau bahkan tiba-tiba ada badman atau spiderman yang manjat dari lantai empat.
Jadi ujung-ujungnya cerita ini aku masih nongkrong di depan rumah abang X hingga sekarang sudah 18.20.. Bersama beberapa abang-abang lain. Yahhh, hari ini beginilah Tuhan memelihara hidupku. Mengirimkan beberapa teman-teman untuk menemaniku memantau kos-kosan yang sedang kosong. Berteman itu hukumnya mudah "mengasihi dan dikasihi".
Aku memang hanya punya 2 saudara perempuan, tapi dibanyak kejadian Tuhan mengijinkan aku merasakan bagaimana memiliki saudara laki-laki. Berhubung abang X samaan marganya denganku.
Jumat, 01 Juli 2016
Kekuatanku
Aku memandangi dedaunan yang menari dipermainkan angin, sedang deru mesin dan kicau burung menjadi alunan yang menemani sepiku. Banyak hal yang sudah berlalu. Satu dua tiga bahkan lebih tantangan yang hadir sebagai pergumulan berkali-kali membawa lututku berdamai dengan lantai. Berdoa, ya berdoa lagi dan lagi. Tidak ada hal lain yang dapat kulakukan selain berdoa, berserah diri dan percaya.
Lalu aku keluar sejenak dari pikiranku, menikmati hamparan rumput hijau bak permadani yang tengah kududuki. Sedang langit diatas sana bercahaya terang dan aku selalu gagal melukiskan kekagumanku kepada Sang Pencipta. Tidak ada kata yang mampu melukiskan SosokNya. Dia teramat sangat dahsyat. Aku menemukan setiap ATP energiku di dalam-Nya bukan semata-mata dari apa yang dicerna tubuhku lalu mengalami proses metabolisme di dalam kumpulan sel-sel hidup.
Lebih dari itu, lebih dari sekedar sekumpulan sel yang bermetabolisme. Aku adalah sekumpulan sel hidup yang memperoleh kekuatan dari-Nya. Bukan hanya aku, setiap orang, setiap manusia Dia jadikan istimewa. Diberi anugrah memiliki lebih dari sekedar hidup. Dipercayakan kesempatan belajar dan berkarya. Menjadi maksimal sesuai dengan rancangan-Nya.
Dia adalah kekuatanku. Satu-satunya yang kupercaya dan kuandalkan. :) :)
Lalu aku mendengar lagu ini mengalun,
"Kekuatan di hidupku..
ku dapat dalam Yesus..
Dia tak pernah tinggalkanku..
Setia menopangku..."
Lalu aku keluar sejenak dari pikiranku, menikmati hamparan rumput hijau bak permadani yang tengah kududuki. Sedang langit diatas sana bercahaya terang dan aku selalu gagal melukiskan kekagumanku kepada Sang Pencipta. Tidak ada kata yang mampu melukiskan SosokNya. Dia teramat sangat dahsyat. Aku menemukan setiap ATP energiku di dalam-Nya bukan semata-mata dari apa yang dicerna tubuhku lalu mengalami proses metabolisme di dalam kumpulan sel-sel hidup.
Lebih dari itu, lebih dari sekedar sekumpulan sel yang bermetabolisme. Aku adalah sekumpulan sel hidup yang memperoleh kekuatan dari-Nya. Bukan hanya aku, setiap orang, setiap manusia Dia jadikan istimewa. Diberi anugrah memiliki lebih dari sekedar hidup. Dipercayakan kesempatan belajar dan berkarya. Menjadi maksimal sesuai dengan rancangan-Nya.
Dia adalah kekuatanku. Satu-satunya yang kupercaya dan kuandalkan. :) :)
Lalu aku mendengar lagu ini mengalun,
"Kekuatan di hidupku..
ku dapat dalam Yesus..
Dia tak pernah tinggalkanku..
Setia menopangku..."
***
Namaku Tiwy, aku suka berdiam dengan pikiranku, mengagumi sekitarku dan Penciptanya. Kapanpun aku ingin aku mampu mendengar musik di dalam pikiranku bahkan ketika tidak ada yang benar-benar memutar musik.
Langganan:
Postingan (Atom)