Blue

Blue

Minggu, 29 Maret 2015

Mereka dalam Hujan

16.05 WIB.

Siantar di sore itu menyambutku dengan gerimis halus. Jalanan basah, udara lembab. Langsung saja ku tebak di hati, baru usai hujan di sini.

Aku meninggalkan loket bus yang kutumpangi dari kota Medan, menyebrang ke arah terminal di Parluasan (masih Siantar). Becak berlalu lalang, jalanan sedikit becek, warteg di tepi jalan, angkot berjejer di sana sini. Maklumlah, aku sedang di terminal.

Seorang wanita paruh baya mendekat.

"Roti dek.. Roti."

Aku tidak menghiraukannya.

"Dek, Roti untuk oleh-oleh." ucap wanita itu sekali lagi.

"Maaf ya Bu, nggak beli." jawabku akhirnya.

Seorang Pria mulai beruban mendekatiku.

"Samosir ito? tudia do hamu?" (dia menanyakan tujuan perjalananku.)

"Raya Pak." ucapku singkat sabil terus berjalan menuju stasiun mini bus Raya Jaya Transfort, mini bus yang akan membawaku pulang kerumah.

Sekitar 10 meter dari stasiun mini bus yang kutuju, sebuah angkot hampir saja menabrakku.

"Apakah aku melamun? harus lebih hati-hati" ucapku dalam hati.

"Aqua dek?" tanya seorang Ibu kepadaku.

"Maaf Bu, nggak beli." ucapku lagi mengingat aku membawa air minum tadi dari kost.

Lalu sang Ibu berlalu, kupandangi sekelilingku. Masih sedikit gerimis, jalanan basah, udara lembab sedang mereka sibuk mengais rejeki. Ahhhh... hidup ini benar-benar susah.


***
 Siantar hari ini, basah. Hujan, sepanjang jalan dari Pematang Raya sampai ke Siantar.  Kedatanganku beberapa hari lalu, dan kepergianku hari ini di usik hujan.

Perkara hujan mulai mengejek ingatanku.

Siantar kala itu sedang turun hujan. Sepasang anak manusia berlari-lari kecil di trotoar. Lalu mencari tempat berteduh dan menunggu angkot. Sayangnya mereka terlihat tengah tidak akur.

Pematang Raya kala itu diguyur hujan. Gerimis. Sepasang anak manusia berlari di jalan kota, berteduh lalu mengikat sebuah janji.

Medan sore itu bermandi hujan. Sepasang anak manusia tengah berteduh. Menghindari hujan. Lalu mereka berlari kecil di tepi jalan kota sambil bergandengan tangan, di bawah hujan.

Hujan mengguyur bumi di suatu malam. Sepasang anak manusia itu sibuk berdebat. Untuk mengakhiri atau melanjutkan hubungan mereka.

Namun ternyata janjinya putus sampai di situ. Di bawah guyuran hujan.

Siantar sore ini diguyur hujan. Jalanan basah. Udaranya lembab, kuhirup perlahan. Dalam ingatanku terlintas kenangan dua insan. Mereka bertemu di dalam hujan, tertawa, jatuh cinta, bertengkar, saling menyakiti.

Bukan hanya hujan di Siantar, setiap udara lembab berhujan selalu mengingatkanku akan sepasang anak manusia yang sudah memutuskan untuk berbahagia di jalan masing-masing. Hatiku sibuk bertanya, "Sudahkah mereka menemukan kebahagiaannya?"

***
Terinsfirasi dari hujan yang mengganggu perjalanan pulang kampungku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar